..:: SMPN 3 Petarukan ::..
Kamis, 17 April 2014
MASIH ADA ASA UNTUK SANTI
Diposting Oleh : jurnalis
Malam berganti pagi,mentaripun mulai menampakan sinarnya. Pagi itu suasana jalan juga sudah mulai ramai,jam dinding sudah menunjukkan pukul setengah tujuh.Seperti biasa Santi belum juga bangun dari tidurnya.Bangun kesiangan adalah kebiasannya setiap hari.Santi murid kelas 5 Sd,ia bersekolah di SDN SUKA MAJU.Ia tinggal bersama kedua orang tuanya,mereka sangat sibuk sekali bekerja.Bahkan saking sibuknya mereka jarang memberikan perhatian pada Santi,oleh karena itu ,Santi memiliki sifat yang buruk,ia sangat egois,selalu melawan orang tua dan tidak dapat menghargai orang lain.Tak jarang santi juga kerap memarahi dan membentak pembantunya.

"bibi bagaimana sih,kenapa santi nggak dibangunin !"
"maaf non...bibi nggak tahu ,kalau non santi belum
bangun" ujar sang pembantu.
"bibi kan sudah tahu kalau santi paling nggak bisa
bangun pagi!" bentak santi.
karena kebiasaan bangun siang tersebut,tak jarang Santi pun kerap terlambat masuk sekolah dan kedua orang tuanya sering dipanggil kepala sekolah karena santi kerap bertengkar dengan teman-temannya.semua teman santi tidak suka padanya,namun tidak dengan Ani.Ani selalu bersikap baik dengan santi,namun santi sendiri tidak menangapinnya,bahkan santi seringkali mencela atau mencaci maki Ani,tetapi Ani tetap sabar dengan perlakuan santi padanya.
waktupun berlalu,datanglah waktu libur sekolah,seperti biasa santi akan bersepeda menelusuri jalan di sekitar rumahnya,disaat ia sedang bersepeda santai ia melihat Ani sedang berjualan kue.Santi merasa penasaran karena ia baru tahu kalau Ani berjualan,ia pun menghampiri Ani dan berbincang-bincang dengannya.selesai berbincang-bincang santi berniat pergi ke rumah Ani,agar bisa belajar membuat kue. sesampainya di rumah Ani ia begitu kaget,karena rumah yang dilihatnya sangat tidak layak huni dan lebih pantas disebut dengan gubuk santi pun masuk kerumah Ani dan bertemu dengan ibu Ani.lalu ia berbicara tentang maksudnya datang kerumah Ani adalah bermaksud untuk belajar membuat kue,dan ditengah perbincanganya itu,ibu ani menceritakan tentang kehidupannya dan anaknya.setelah mendengar cerita ibu Ani,santi pun tersentuh hatinnya,ia sekarang sadar akan arti menghargai dan menghormati,.sepulang dari rumah ani,santipun meminta maaf kepada semua orang yang pernah disakitinya,lambat laut sifat buruk santipun berubah,kini ia sangat sopan,selalu menghargai dan menghormati orang lain... mungkin ini adalah pelajaran yang berarti dan tidak akan pernah dilupakan santi sampai kapanpun,.. (nb)

Copyright @ SMPN 3 Petarukan | 2017